08 Mei 2015

11 Tahun yang Hebat

Tak ada potongan kue tart untuk tahun ini
Juga tak ada kejutan istimewa di pagi hari
Semuanya biasa saja, seperti hari-hari yang lalu
Hanya secangkir teh hangat yang tak pernah lupa kusajikan untukmu setiap pagi

Namun ada yang berbeda kurasa
Aku mulai merasa terbiasa dengan semua itu
Dirimu yang memang tidak romantis
Dirimu yang sering lupa tanggal-tanggal istimewa kita
Tak ada lagi kecewa akan hal itu, yang ada bahwa aku mulai mengerti

Butuh waktu untukku memahami itu
Memahami bahwa kau tidak romantis, namun kau selalu melimpahi kami perhatianmu, kasih sayangmu
Memahami bahwa kau sering lupa tanggal istimewa kita, itu karena sibuknya engkau menghabiskan waktu demi mencukupi kebutuhanku dan anak-anak
Dan...selalu saja kau relakan sabtu minggumu untuk mengantar ke mana kami mau

Ayah...
Di 11 tahun yang hebat ini kuucapkan terima kasih untukmu
Terima kasih tlah menjadi suami yang sabar dan penuh cinta kasih
Terima kasih tlah menjadi ayah yang senantiasa dirindukan anak-anak untuk bermain bersamamu
Terima kasih sudah menjadi temanku, sahabatku, dan kekasihku

Ayah...
Di 11 tahun yang hebat ini, tak bosan aku pinta darimu
Bimbinglah selalu aku
Ingatkan saat aku salah
Luruskan saat aku tersesat
Angkatlah saat aku jatuh
Dan kuatkan saat aku rapuh
Agar aku senantiasa dapat mengiringi langkahmu
Menghiasi hari-harimu

Semoga Allah akan senantiasa melindungi kita (Ayah, Bunbun, Fadhil, Vivi, dan Kenzo) dalam rahmat dan kasih sayangNya
untuk tahun-tahun ke depan yang lebih hebat lagi




Bakti dan cintaku untukmu,


Bunbun


Dedicated to our 11th wedding anniversary ( 8 Mei 2004 - 8 Mei 2015 ) 




30 April 2015

Berani Lebih Menjadi Ibu Rumahan

Dulu saya sering dibayang-bayangi ketakutan bila harus menjadi hanya ibu rumahan. Bagi sebagian wanita terutama di perkotaan besar, menjadi wanita karir adalah sebuah kebanggan dan ekesistensi diri. Tak sedikit saudara, kerabat, bahkan ibu saya sendiri menginginkan saya tetap bekerja menjadi wanita karir. Memang banyak alasan yang bisa diterima untuk itu, meski tidak semuanya. Seperti alasan bahwa seorang wanita harus bekerja sebagai upaya jaga-jaga andai kejadian buruk menimpa rumah tangganya, contohnya apabila suami di-PHK, bercerai dari suami, atau pahitnya bila tiba-tiba suami meninggal sehingga seorang wanita masih mempunyai sumber penghasilan untuk menghidupi anak-anak dan dirinya nanti. Untuk alasan ini saya harus #BeraniLebih YAKIN bahwa urusan Hidup, Mati, Jodoh, dan Rejeki sudah diatur oleh Allah, bukan manusia.


*sumber : FB Fanpage ayahbunda

Tidak mudah bagi saya saat mengambil keputusan resign dari pekerjaan saya di kantoran karena alasan berikutnya, yaitu GENGSI. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa 'sayang ya sudah disekolahin tinggi-tinggi kalau hanya di dapur mengurus anak dan suami'. Lho apa salahnya mengurus anak dan suami? balasannya pahala lho bila kita mampu menjadi ibu yang baik sekaligus istri yang sholehah buat suami. Itu tidak mudah, tidak ada mata kuliah untuk itu. Kita harus belajar sendiri. Untuk alasan gengsi ini saya harus #BeraniLebih mengatakan 'minimal anak-anak saya diasuh oleh lulusan sarjana lho, ya ibunya sendiri'. #guemahgituorangnya :D

Alasan berikutnya, bila hanya di rumah saja serasa seperti katak dalam tempurung, emansipasi hilang. Helloow...sekarang sudah jaman IT canggih. Hematnya ya seperti istilah 'dunia dalam genggaman kita'. Apa saja bisa kita lakukan melalui gadget kita meski dari rumah sambil ngasuh anak. Mau bisnis online 'bisa', chit chat dengan temen-temen 'bisa', browsing segala macam informasi penting bisa, belanja online bisa, eksis bin narsispun 'bisa', komplit banget yess... Jadi akhirnya sayapun #BeraniLebih percaya diri membuka wawasan saya bahwa untuk menjadi Kartini jaman sekarang dengan emansipasinya tidak selalu harus keluar rumah. Tidak perlu minder bila hanya menjadi ibu rumahan. Karena sejatinya kita sendiri yang paling tau apa yang terbaik buat kita dan keluarga kita, bukan orang lain. Orang lain hanya melihat kulit luarnya saja. Karena kita yang lebih tau apa yang keluarga kita butuhkan. 

Insya Allah dengan hanya menjadi ibu rumahan, saya bangga dan akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak-anak saya menjadi anak kebanggaan keluarga yang sholeh/sholehah dan berusaha menjadi istri yang sholehah buat suami.


Facebook : https://www.facebook.com/alifiazahwa
Twitter : @rianaumasita




19 Maret 2015

[MPASI] Brokoli Siram Mentega 'Kudapan Sehat dan Lezat Ala Kenzo'

Usia Kenzo sudah memasuki bulan ke-12, itu artinya sebentar lagi akan genap 1 tahun. Giginyapun sudah tumbuh 6. Kenzo sudah mulai saya kenalkan dengan makanan yang bertekstur lebih kasar. Seperti layaknya orang dewasa, bayi seusia Kenzopun sudah mulai suka ngemil. Pengennya sih apa yang ia lihat saat  saya makan, iapun ingin melahapnya. Jadi ya bundanya mengakalinya dengan membuat kudapan yang bisa Kenzo makan. Hari ini saya memilih Brokoli sebegai kudapan sehat buat Kenzo.

Selain teksturnya yang cukup lunak untuk gigi bayi seperti Kenzo, Brokoli juga mempunyai banyak sekali manfaat, antara lain :

  1. Mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak.
  2. Mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker Sulforafana (sulforaphane).
  3. Mengandung Kalsium dan vitamin K yang tinggi, sehingga baik untuk tulang di masa pertumbuhan.
Nah berikut cara membuat Brokoli Siram Mentega :

Bahan :
  • Satu genggam brokoli, iris kecil-kecil
  • 1 sdt mentega

Cara Membuat :
  1. Kukus brokoli sampai empuk
  2. Setelah empuk, angkat
  3. Segera oleskan mentega di atas brokoli, biarkan meleleh
  4. Bila sudah tidak panas baru sajikan untuk buah hati.

Kenzo melahap habis 'Brokoli Siram Mentega'-nya 

Saran :
Bisa juga alternatif lain dengan cara merebusnya. Namun jangan terlalu lama merebusnya. Rebus kurang lebih 5 menit atau sampai brokoli empuk. Saat merebus gunakan air secukupnya, jangan terlalu banyak. Agar sari-sarinya tidak banyak terbuang.


Selamat mencoba ;)

13 Maret 2015

[Review] OVOMALTINE : Selai Cokelat Renyah yang Bikin Ketagihan

Siapa sih yang gak suka selai cokelat, hampir semuanya suka ya terutama anak-anak. Memang rasa cokelat yang khas dan mendunia sangat mudah diterima oleh lidah siapapun.



Nah, minggu lalu kebetulan sedang ada promo seru di situs online B*L*A.COM untuk pembelian Ovomaltine dengan harga menjadi 45.000 rupiah. Waaah...siapa yang kepincut coba? Wara-wiri setiap baca di online shop-online shop biasanya produk tersebut dijual dengan range harga antara 75.000 hingga 100.000 rupiah. Jadilah rasa penasaran saya kambuh. Tanpa pikir panjang lagi langsung deh order. Karena promo jadi setiap akun hanya dibatasi 1 pc saja. Tak apalah, toh kalaupun tidak dibatasi juga tetap saja saya pesan hanya satu #hahaha namanya juga baru mencoba. Pesan tanggal 5 Maret 2015 lalu dengan estimasi produk sampai 2-3 hari kerja ternyata ontime juga. Tgl 10 produk sudah saya terima dengan cukup memuaskan. Packingnya cukup aman dan rapi membuat saya mungkin lain waktu bila ada produk yang cocok lagi tak segan untuk memesannya di online shop tersebut.

Nah sekarang saatnya mencicipi seperti apa sih rasanya Ovomaltine ini, mengapa bisa mahalnya minta ampun untuk ukuran kantong saya yang netto produk ini hanya 400gr saja. Karena biasanya produk selai cokelat dengan netto yang sama paling mahal hanya kisaran 50.000 sampai 60.000 untuk harga normalnya. Pada cicipan pertama langsung kena sensani cokelatnya yang lezat ditambah kriuk rice crispynya yang heemm...seperti menari-menari di gigi. Cukup unik. Saya pikir dengan sensasi rasa dan kriuk renyah seperti itu pasti anak-anak suka. Dan betul saja, hanya dalam hitungan 2 hari sebotol crunchy cream cokelat tersebut sudah habis di makan anak-anak. Bukan dioleskan di atas roti tawar melainkan dicolek begitu saja sambil mereka menikmati film kartun kesukaan mereka #alamak. Kata mereka rasanya enak seperti cokelat telur Ki**r J*y yang biasa mereka beli. Dan dengan entengnya mereka berujar," Ntar beli lagibya,Bun." Oooh tidaaak...!!!, bundanya buru-buru kabur ke dapur melarikan diri takut dipalakin anak-anak minta beli Ovomaltine lagi.

Tapi paling tidak rasa penasaran terlampiaskan sudah berkat promo yang diadakan oleh B*ln*.com. Bayangkan saja bila harganya tidak promo langsung habis dicolek-colek dalam waktu 2 hari huhuhu....bisa-bisa dapur berhenti ngebul hehehe...

So buat yang penasaran dengan rasa Ovomaltine, recommended deh rasanya. 

Hanya saja saya sarankan :
1. Jauhkan Ovomaltine dari jangkauan anak-anak bila tidak ingin habis dalam sekejap.
2. Beri aturan pemakaian pada anak-anak hanya untuk pemakaian sebagai selai di atas roti tawar, jika tidak ingin jadi seperti cokelat nyam-nyam colek yang habis sekejap



With Love,



09 Maret 2015

MIND YOUR STEP : Little Message with Big Meaning

Sudah lama saya tidak  menyambangi Lippo Mall Karawaci. Dulu hampir setiap weekend mall ini saya sambangi. Namun semenjak kemacetan yang semakin parah dan tak kunjung terurai sepanjang jalan Legok ke arah Lippo, jadilah saya memilih mall lain untuk dikunjungi dengan alasan akses jalan yang lebih lancar dan dekat. Namun beberapa waktu lalu pas kebetulan dari arah tol Merak hendak pulang ke rumah, eh suami ke luar pintu tol dekat Mall tersebut ya sudah sekalian saja minta mampir dulu ke sana. Sampai di lantai 2 sambil memandangi area Time Zone mulai bingung saya mau makan di mana. Akhirnya karena Vivi request pizza hut, jadilah kami ke sana.
Pas jalan melalui tangga di depan Solaria menuju lantai dasar, mata saya langsung tertarik dengan tulisan berwarna kuning yang ada di tangga berwarna hitam.
"MIND YOUR STEP" 
Kalimat yang simple menurut saya, tapi karena diletakkan di tangga , sehingga kalimat pendek itu menjadi punya dua tujuan ada di sana, menurut saya.


1. MIND YOUR STEP ( When you walk down )
Saat menuruni tangga tersebut, biasanya banyak pengunjung mall terpaku dengan suasana sekitar seperti aneka booth makanan, suara bising dari Time Zone, banner makanan di depan pintu masuk Solaria, poster-poster film terbaru di pintu masuk XXI, dan lain sebagainya hingga membuat beberapa pengunjung tidak memperhatikan di situ ada tangga turun hingga akhirnya mereka terjatuh.
Jadi dengan warna tulisan yang cukup kontras dengan warna dasarnya semoga tulisan tersebut cukup mengingatkan  para pengunjung untuk berhati-hati saat melangkahkan kaki supaya tidak terjatuh.
Tapi kalau lagi keasyikan ngobrol hingga gak lihat tulisan tersebut? Yahh...learn to Mind Your Step start from now :D

2. MIND YOUR STEP ( Every Time Every Where )
Secara umum pesan tersebut justru mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam menentukan langkah di kehidupan kita,  kapanpun dan di manapun. Dengan memikirkan setiap langkah yang akan kita ambil berarti kita sudah merencanakannya dengan matang dengan demikian berarti kita juga siap dengan apapun resikonya bila terjadi kegagalan.

So...don't be lazy to always mind every steps in our life