09 September 2015

Bread Pizza

Anak-anak saya saat ini sekolah di SDIT, jadi jam belajarnya memang lebih lama dibandingkan SDN. Masuk sekolah pukul 07.00 dan pulang pukul 14.00 atau pukul 16.00 WIB bila ada ekskul. Jadilah bundanya harus rajin-rajin berkreasi menyiapkan bekal buat mereka. Kali ini saya siapkan bekal yang mudah pembuatannya dan tentunya digemari anak-anak, yaitu Pizza. Hah pizza? Kan bikinnya ribet dan lama. Tenaaang...untuk pizza yang ini pizza ala-ala bunda Ria yang praktis dan mudah.

Bahan :
--------
Roti tawar kupas
Sosis goreng
Saos tomat botolan
Keju Cheddar
Margarin

Cara Membuat :
----------------
1. Olesi tiap lembar roti tawar dengan margarin pada sisi atas dan bawahnya.
2. Oleskan saos tomat pada sisi atas.
3. Susun potongan sosis di atasnya sesuai selera.
4. Taburi dengan keju cheddar parut.
5. Panggang di atas wajan teflon dengan api sangat kecil hingga roti tawar bagian bawah roti berubah menjadi kuning kecoklatan.
6. Angkat dan sajikan hangat. Bisa dinikmati dengan tambahan mayonaise atau saos sambal botolan.




Waktu persiapan dan pembuatan : +/- 30 menit

Selamat mencoba ;)

19 Agustus 2015

Roti Goreng Pisang Cokelat

Dinikmati pagi ataupun sore hari cemilan yang satu ini begitu klop menemani saat santai bersama keluarga dengan hangatnya aroma teh ataupun kopi. Roti goreng pisang cokelat ini nikmat kala disantap hangat. Sensasi luarnya yang gurih dan renyah berpadu dengan manisnya lumeran selai cokelat dan pisang di dalamnya.



Bahan :
1 pack roti tawar kupas (10 lembar)
5 buah pisang (saya pakai pisang raja nangka matang, belah memanjang menjadi 2)
Tepung roti (Saya pakai Bread Crumb Mama Suka)
1 butir telor
Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng)

Cara Membuat :
1. Pipihkan lembar roti tawar satu persatu
2. Ambil 1 lembar roti tawar yang telah pipih, taruh di atasnya pisang dan 1 sdm selai cokelat
3. Gulung roti tawar sambil dipadatkan isinya, lalu olesi pinggirnya dengan sedikit kocokan telur agar merekat
4. Gukingkan dalam wadah yg berisi kocokan telur, kemudian gulingkan dalam piring yang berisi bread crumb hingga rata
5. Lakukan langkah 1-4 hingga semua roti tawar habis
6. Panaskan minyak, goreng roti hingga kuning keemasan, tiriskan
7. Sajikan selagi hangat, bs disajikan begitu saja atau ditambah topping susu kental manis cokelat di atasnya

Selamat mencoba ;)

06 Juli 2015

Tumis Kacang Panjang



Bahan :
12 helai kacang panjang (potong 3 cm)
50 gram tempe (iris dadu, goreng setengah matang)
2 - 3 sdm saus tiram
2 sdm kecap manis (sesuai selera)
Sedikit garam
Sedikit gula pasir
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu iris :
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
2 buah cabai rawit merah ( masing-masing iris jadi 2)
1 cabai hijau besar
1 cm lengkuas (geprek)

Cara memasak :
1. Tumis bumbu iris hingga harum
2. Masukkan kacang panjang dan tempe, aduk rata
3. Tambahkan sedikit air (kurleb 50 ml)
4. Tambahkan saus tiram, kecap, gula, dan garam. Aduk rata hingga kuah meresap dan tekstur kacang panjang setengah empuk namun masih ada crispynya.
5. Angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Porsi : 2-3 orang

08 Mei 2015

11 Tahun yang Hebat

Tak ada potongan kue tart untuk tahun ini
Juga tak ada kejutan istimewa di pagi hari
Semuanya biasa saja, seperti hari-hari yang lalu
Hanya secangkir teh hangat yang tak pernah lupa kusajikan untukmu setiap pagi

Namun ada yang berbeda kurasa
Aku mulai merasa terbiasa dengan semua itu
Dirimu yang memang tidak romantis
Dirimu yang sering lupa tanggal-tanggal istimewa kita
Tak ada lagi kecewa akan hal itu, yang ada bahwa aku mulai mengerti

Butuh waktu untukku memahami itu
Memahami bahwa kau tidak romantis, namun kau selalu melimpahi kami perhatianmu, kasih sayangmu
Memahami bahwa kau sering lupa tanggal istimewa kita, itu karena sibuknya engkau menghabiskan waktu demi mencukupi kebutuhanku dan anak-anak
Dan...selalu saja kau relakan sabtu minggumu untuk mengantar ke mana kami mau

Ayah...
Di 11 tahun yang hebat ini kuucapkan terima kasih untukmu
Terima kasih tlah menjadi suami yang sabar dan penuh cinta kasih
Terima kasih tlah menjadi ayah yang senantiasa dirindukan anak-anak untuk bermain bersamamu
Terima kasih sudah menjadi temanku, sahabatku, dan kekasihku

Ayah...
Di 11 tahun yang hebat ini, tak bosan aku pinta darimu
Bimbinglah selalu aku
Ingatkan saat aku salah
Luruskan saat aku tersesat
Angkatlah saat aku jatuh
Dan kuatkan saat aku rapuh
Agar aku senantiasa dapat mengiringi langkahmu
Menghiasi hari-harimu

Semoga Allah akan senantiasa melindungi kita (Ayah, Bunbun, Fadhil, Vivi, dan Kenzo) dalam rahmat dan kasih sayangNya
untuk tahun-tahun ke depan yang lebih hebat lagi




Bakti dan cintaku untukmu,


Bunbun


Dedicated to our 11th wedding anniversary ( 8 Mei 2004 - 8 Mei 2015 ) 




30 April 2015

Berani Lebih Menjadi Ibu Rumahan

Dulu saya sering dibayang-bayangi ketakutan bila harus menjadi hanya ibu rumahan. Bagi sebagian wanita terutama di perkotaan besar, menjadi wanita karir adalah sebuah kebanggan dan ekesistensi diri. Tak sedikit saudara, kerabat, bahkan ibu saya sendiri menginginkan saya tetap bekerja menjadi wanita karir. Memang banyak alasan yang bisa diterima untuk itu, meski tidak semuanya. Seperti alasan bahwa seorang wanita harus bekerja sebagai upaya jaga-jaga andai kejadian buruk menimpa rumah tangganya, contohnya apabila suami di-PHK, bercerai dari suami, atau pahitnya bila tiba-tiba suami meninggal sehingga seorang wanita masih mempunyai sumber penghasilan untuk menghidupi anak-anak dan dirinya nanti. Untuk alasan ini saya harus #BeraniLebih YAKIN bahwa urusan Hidup, Mati, Jodoh, dan Rejeki sudah diatur oleh Allah, bukan manusia.


*sumber : FB Fanpage ayahbunda

Tidak mudah bagi saya saat mengambil keputusan resign dari pekerjaan saya di kantoran karena alasan berikutnya, yaitu GENGSI. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa 'sayang ya sudah disekolahin tinggi-tinggi kalau hanya di dapur mengurus anak dan suami'. Lho apa salahnya mengurus anak dan suami? balasannya pahala lho bila kita mampu menjadi ibu yang baik sekaligus istri yang sholehah buat suami. Itu tidak mudah, tidak ada mata kuliah untuk itu. Kita harus belajar sendiri. Untuk alasan gengsi ini saya harus #BeraniLebih mengatakan 'minimal anak-anak saya diasuh oleh lulusan sarjana lho, ya ibunya sendiri'. #guemahgituorangnya :D

Alasan berikutnya, bila hanya di rumah saja serasa seperti katak dalam tempurung, emansipasi hilang. Helloow...sekarang sudah jaman IT canggih. Hematnya ya seperti istilah 'dunia dalam genggaman kita'. Apa saja bisa kita lakukan melalui gadget kita meski dari rumah sambil ngasuh anak. Mau bisnis online 'bisa', chit chat dengan temen-temen 'bisa', browsing segala macam informasi penting bisa, belanja online bisa, eksis bin narsispun 'bisa', komplit banget yess... Jadi akhirnya sayapun #BeraniLebih percaya diri membuka wawasan saya bahwa untuk menjadi Kartini jaman sekarang dengan emansipasinya tidak selalu harus keluar rumah. Tidak perlu minder bila hanya menjadi ibu rumahan. Karena sejatinya kita sendiri yang paling tau apa yang terbaik buat kita dan keluarga kita, bukan orang lain. Orang lain hanya melihat kulit luarnya saja. Karena kita yang lebih tau apa yang keluarga kita butuhkan. 

Insya Allah dengan hanya menjadi ibu rumahan, saya bangga dan akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak-anak saya menjadi anak kebanggaan keluarga yang sholeh/sholehah dan berusaha menjadi istri yang sholehah buat suami.


Facebook : https://www.facebook.com/alifiazahwa
Twitter : @rianaumasita